
Pada tahun 1882, Tesla pindah ke Amerika Serikat dan mulai bekerja untuk Thomas Edison, yang pada saat itu sedang mengembangkan sistem listrik arus searah (DC). Tesla bekerja untuk Edison selama beberapa tahun, tetapi mereka berdua memiliki pandangan yang berbeda tentang arus listrik. Edison yakin bahwa arus searah adalah yang terbaik, sementara Tesla percaya bahwa arus bolak-balik (AC) lebih efisien dan lebih cocok untuk digunakan dalam sistem listrik.
Setelah keluar dari perusahaan Edison, Tesla memulai perusahaannya sendiri dan mengembangkan sistem listrik AC yang menjadi dasar dari sistem listrik AC yang digunakan hingga saat ini. Ia juga menemukan motor induksi, yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik, serta koil Tesla, sebuah rangkaian transformator resonansi listrik yang masih digunakan dalam teknologi radio dan komunikasi nirkabel.
Warisan dan jasanya semakin dihargai dalam beberapa tahun terakhir, dan ia kini dianggap sebagai salah satu penemu dan inovator paling penting dalam sejarah. Kontribusinya dalam bidang teknik listrik telah membuka jalan untuk pengembangan teknologi yang lebih maju di masa depan dan mengubah dunia menjadi lebih modern.
BERITA LENGKAP DI HALAMAN BERIKUTNYA
Halaman Berikutnya